Hero

Menjadi Miliarder dengan Menyicil Saham Mayora, Mungkinkah?

SyariahSaham.com, CIANJUR -- Tadi siang saya sengaja menyebar poster ini di berbagai media sosial SyariahSaham. Alhamdulillah, kata-kata "provokatif" yang ada di poster lumayan membuat penasaran beberapa teman.

Pertanyaan berikutnya, mungkinkah hal itu terjadi? Jawabannya: Mungkin saja jika dihitung di atas kertas.

Ini berkaitan dengan tiga faktor investasi yang sering saya kemukakan dalam singkatan GT-MEN ( Silakan tonton juga video tentang GT-MEN ini via Youtube). Saya bukan sedang membahas produk RICY ya, hehe.

GT-MEN yang dimaksud adalah:
G : Goal
T : Timeframe
MEN : instruMENt 

Ya, dalam investasi tiga faktor ini WAJIB kita perhatikan. Goal adalah tujuan investasi kita, sedangkan timeframe adalah jangka waktu kita untuk mewujudkan goal tersebut. Sementara instrument adalah produk investasi yang dimungkinkan bisa memenuhi tujuan finansial kita dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Sebagai contoh, ketika kita merencanakan ingin pensiun sebagai miliarder, maka GT-MEN nya dapat kita rumuskan sebagai berikut: 
1. G = pensiun miliarder, berarti minimal memiliki Rp. 1 miliar di usia pensiun 
2. T = waktu. Seberapa lama lagi kita pensiun dari usia sekarang? Saya misalnya, jarak usia ke batas usia pensiun sekitar 24 tahun lagi 
3. MEN = instrument. Produk apa yang imbal hasilnya bisa memaksimalkan investasi saya dalam jangka waktu 24 tahun ke depan agar mencapai minimal 1 miliar. 

Siang tadi, saya iseng-iseng menghitung rata-rata pertumbuhan harga (CAGR) saham Mayora Indah Tbk (MYOR) dalam kurun waktu 4 tahun terakhir (2014-2018). Berikut ini adalah grafik pertumbuhan harga MYOR dari 2014-2018 ( saya mengambil harga tanggal terakhir di tahun tersebut):

Dengan menggunakan kalkulator finansial online, diperoleh rata-rata pertumbuhan harga saham MYOR dalam kurun waktu 2014-2018 sebesar 33,05%. Setelah mengetahui rata-rata pertumbuhan harga saham MYOR di atas, kita buat sheet di Excel untuk menghitung asumsi hasil investasi selama kurun waktu tertentu. Ini asumsinya:



Jika diasumsikan kita beli 1 lot MYOR per bulan, maka dibutuhkan kurang lebih Rp. 300ribu dengan harga sekarang. Dalam setahun, kita akan menghimpun dana sebesar Rp. 3,6 juta. 

Dengan asumsi hasil rata-rata 33,05% p.a, dan hasil investasinya tidak kita ambil, akan tetapi direinvestasikan lagi, maka pada tahun ke-15, diasumsikan nilai tabungan kita sudah menembus lebih dari Rp 1 Miliar.

Itu perhitungan di atas kertas, terasa manis dan menggiurkan bukan? Faktanya, tidak semudah itu. Hehe. Mengapa? Karena tentunya ketika harga saham tumbuh rata-rata di atas 30% per tahun, kemungkinan besar nilai 1 lot saham MYOR tidak lagi bisa dibeli dengan nominal Rp, 300rb-an.

Berikut ini adalah grafik pertumbuhan asumsi investasi di saham MYOR dengan tabungan rutin Rp. 300.000/bulan dalam 15 tahun:


Modal yang dikeluarkan oleh kita adalah Rp. 300.000 x 12 x 15 = Rp. 54.000.000
Bagaimana jika kita menanam modal Rp. 54 juta di awal saja (lump sum), tanpa top up tiap bulan?

Ternyata hasilnya lebih besar dibanding menyicil tiap bulan ya? Demikian, semoga bermanfaat.


--
Silakan gabung di room telegram Grup Syariah Saham untuk melanjutkan diskusi tentang saham syariah Indonesia!

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

3 Responses to " Menjadi Miliarder dengan Menyicil Saham Mayora, Mungkinkah? "

  1. Cara maen sham bagaimana sih

    BalasHapus
  2. Cara maen sham bagaimana sih

    BalasHapus
  3. Hasil 33,05 % di investasikan kembali itu dari kapital gain atau deviden klau capital gain gimana mau di invetasikan kembali kan tidak kita jual

    BalasHapus