Hero

Saham Syariah Pembagi Dividen Rutin Dalam 10 Tahun Terakhir

SyariahSaham.com, CIANJUR -- Assalamualaikum wr wb. Bismillahirrahmanirrahim.

Terima kasih kepada teman-teman yang telah menyempatkan waktu untuk menyimak sharing malam ini. (Bagi yang ingin mengunduh PDF tulisan ini silakan klik di sini!)

Bagi yang baru mengenal saham, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu bahwa dividen merupakan salah satu keuntungan dari berinvestasi saham.

Ada dua keuntungan yang potensial didapatkan oleh seorang investor atau trader saham: (1) dividen, dan (2) capital gain.


Dividen adalah hak investor berupa bagi hasil dari sebagian laba bersih yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dividen ini biasanya dibagikan setahun sekali, meskipun ada beberapa emiten yang membagikan dividen lebih dari satu kali dalam setahun. Ini yang kemudian dinamakan dividen interim.


Keuntungan kedua dari saham adalah capital gain, yaitu selisih positif harga jual dibandingkan harga beli. Misalnya seorang investor/trader membeli saham ANTM di harga 700 dan kemudian menjualnya di harga 750, maka ia mendapatkan capital gain sebesar Rp.50/lembar saham.

Kembali ke soal dividen. Ada beberapa istilah dalam pembagian dividen. Saya kutipkan penjelasan dari website Bisnis.com:

Cum date atau tanggal cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor yang ingin membeli saham tertentu dan berhak untuk mendapatkan dividen perusahaan yang telah diumumkan.
Sementara itu, ex date atau tanggal ex dividen merupakan hari pertama dimana pemegang saham tidak berhak lagi mendapatkan dividen dari suatu perusahaan.
Tanggal ex dividen dijadwalkan satu hari kerja setelah tanggal cum dividen.
Misalnya saja, saham ABCD mengumumkan untuk membagikan dividen Rp50 per saham. Pembayaran dividen itu jatuh pada tanggal 15 Januari 2014. Cum dividen dijadwalkan 27 Desember 2013. Adapun ex dividen jatuh pada 30 Desember 2013.
Maka, setiap investor yang memiliki saham ABCD hingga 27 Desember 2013 atau membeli saham pada 27 Desember 2013 (tanggal cum dividen), maka dia berhak mendapatkan dividen senilai Rp50 per saham.
Sementara itu, jika pelaku pasar yang baru memegang saham pada 30 Desember 2013 (tanggal ex dividen), maka dia tidak berhak lagi mendapatkan divden tersebut.
Tanggal tersebut cukup penting, terutama bagi para pelaku pasar yang mengejar keuntungan dari pembagian dividen. Untuk bisa mendapat dividen, maka mereka akan membeli saham tersebut pada tanggal cum dividen.
Sementara itu, harga saham suatu perusahaan bisa saja jatuh pada tanggal ex dividen karena bagi para pengejar dividen biasanya kembali melepaskan saham di tanggal tersebut.

Selanjutnya, bagi teman-teman yang ingin mengikuti perkembangan jadwal pembagian dividen paling update, silakan kunjungi link berikut ini: http://www.ksei.co.id/publications/corporate-action-schedules/cash-dividend


Ini contoh tampilan webnya, silakan unduh yang ditandai kotak merah. Berikut contoh hasil unduhannya, bentuknya dalam file PDF.
Dividen ADRO
Sedangkan bagi yang ingin langsung mengunduh list dividen tunai sejak tahun 2001, silakan cek di link berikut: http://www.syariahsaham.com/2017/08/link-unduhan-daftar-dividen-tunai-2001.html. Semuanya sudah dalam bentuk file Excel (.xls)

Yang perlu diperhatikan dalam hal dividen ada dua hal: (1) Dividend Payout Ratio (DPR); (2) Dividend Yield (DY).

DPR menggambarkan seberapa besar porsi dividen yang dibagikan dari total laba bersih yang diperoleh. Sementara DY merupakan hasil pembagian dividen tunai dengan harga saham ketika cum date.

Untuk menghitung DPR, kita tinggal membagi dividen tunai yang akan dibagikan dengan laba bersih per saham dasar. Misal saham ABCD membagikan dividen sebesar Rp. 24/lembar. Laba bersih saham ABCD pada periode tersebut sebesar Rp. 120/lembar. Maka DPR nya sebesar 20%.

Sementara itu, untuk menghitung dividend yield adalah  membagi besar dividen dengan harga penutupan ketika cum date. Misal dividen saham ABCD sebesar Rp. 24/lembar, dan harga pas cum date sebesar Rp. 480, maka dividend yield nya sebesar 5,00%

Bagaimana dengan rata-rata dividend yield emiten-emiten di bursa kita?

Dari riset sederhana SyariahSaham, rata-rata yield dividend emiten bursa kita berada di kisaran 2,5% an (Silakan baca: http://www.syariahsaham.com/2017/07/11-saham-syariah-dengan-imbal-dividen.html). Sangat jauh di bawah imbal hasil deposito sekalipun. 

Meski demikian, terdapat beberapa emiten yang membagikan dividen dengan imbal hasil di atas deposito.

Kita akan membahas tentang daftar emiten syariah yang rajin membagi dividen secara rutin sejak 10 tahun terakhir.

Langkah pertama  yang diambil adalah dengan cara mengunduh daftar dividen mulai tahun 2009 melalui link dari  website KSEI.

Contoh screening awal
Setelah didapatkan saham mana yang konsisten tiap tahun membagikan dividen, baru masuk tahap kedua. Tahap kedua adalah menghitung frekuensi emiten dalam  membagikan dividen rutin selama 10 tahun terakhir. Berikut ini hasilnya:

Frekuensi pembagian dividen
Setelah tahap ini selesai, maka dilakukan tahap ketiga yaitu input dividen masing-masing emiten. 

Input data dividen
Tahap berikutnya adalah menginput harga close tahun 2009 dan tahun 2018 (pas data ini dibuat)

Setelah itu, tahap kelima adalah menghitung rata-rata laju pertumbuhan harga selama 10 tahun terakhir (CAGR).

Penasaran dengan hasilnya? Ini dia...
AALI-KLBF

LION-WIKA
Berikut ini beberapa emiten dengan frekuensi pembagian dividen paling sering dalam 10 tahun terakhir:


BONUS
Emiten-emiten dengan imbal hasil dividen rata-rata di atas deposito per tahun dalam 5 tahun terakhir:


THE END

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: