Gazafa.com

Hero

CIBER: Mengenal Instrumen Investasi (2)

Syariahsaham.com, CIANJUR -- Pada postingan sebelumnya kita belajar tentang beberapa instrumen investasi, berikut ini lanjutan pembahasannya:

7. PROPERTI
Pengalaman investasi dirumah dan tanah adalah instrumen investasi jangka panjang sekali. Harga tanah puluhan juta pada tahun 1980-an menjadi milyar pada awal tahun 2000-an. Walaupun demikan tergantung lokasi dan fasilitas umum sekitarnya pertumbuhan harga bisa berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Pengalaman saya juga pertumbuhan yg saya alami sangat stagnan.

Harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi.

Keuntungan Properti a. Risiko kecil, b. Dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan.
Kerugian Properti a. Membutuhkan modal yang besar untuk membeli rumah atau tanah; b. Properti bukan aset yang likuid karena tidak mudah untuk menjualnya bila suatu saat membutuhkan uang; c. Ada kemungkinan harga juga turun; dan d. Pajak 

8. REKSADANA 
Reksa dana merupakan tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh Manajer Investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor.

Jenis risikonya berbeda, tergantung jenis risiko yang dipilih. Jenisnya adalah reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran.

Keuntungan Reksa Dana a. Dikelola oleh Manajer Investasi yang ahli di bidangnya. (Apakah benar? Dari 246 RD Saham hanya 16 yg kinerjanya diatas IHSG. Bagi saya ini sangat mengecewakan. Lebih mengecewakan lagi lebih dari 100 kinerjanya negatif); b. Karena diinvestasikan ke banyak tempat, maka bila terjadi kerugian di satu tempat bisa tertolong tempat lain yang mungkin menghasilkan keuntungan.(Ini juga perlu dipertanyakan)

Kerugian Reksa Dana a. Untuk sebagian orang, karena tidak dikelola sendiri sering tidak puas dengan hasilnya; b. Keuntungan lebih sedikit dibandingkan saham dan ada biaya yang dikeluarkan untuk pengelolanya. Banyak yg kinerjanya negatif.

Untuk latihan coba buka kinerja Reksadana Pendapatan Tetap, Campuran dan Saham dari www.infovesta.com. Saya melihat hasilnya tidak impresif kecuali beberapa. Oleh karena itu kita akan mengarahkan kita semua dapat menjadi fund manager diri sendiri termasuk mengelola investasi saham secara individual. 

9. EXCHANGE TRADED FUND 
Exchange Traded Fund atau ETF adalah semacam reksadana akan tetapi bisa diperdagangkan layaknya saham Exchange Traded Fund (ETF) adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek.

ETF merupakan kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya dicatat dan diperdagangkan di bursa efek seperti halnya saham. Seperti halnya saham atau reksa dana pada umumnya terdapat pula manajer investasi dan bank kustodian.

Untuk jelasnya silahkan baca tautan ETF di tautan berikut ini dari Wikipedia https://id.m.wikipedia.org/wiki/Exchange-traded_fund. Saya sendiri telah menjadi praktisi trading ETF di Primary Market (diperlukan dana yg cukup besar) sejak 6 bulan terakhir ini

10. SAHAM 
Mau punya perusahaan besar dengan modal kecil? Saya sekarang merasa memiliki Bank BRI, Bank Mandiri, Kalbe dan Telkom dengan modal kecil sekali. Cukup dengan membeli BBRI, BMRI, KLBF dan TLKM. Lebih dari itu saya merasa memiliki 25 perusahaan lainnya dengan membeli ETF IDX30.

Saya ikut berhak memperoleh bagian dari keuntungan jika perusahaannya memperoleh keuntungan. Keuntungan lain yang kadang-kadang jauh lebih besar dapat saya peroleh dari apresiasi harga harga sahamnya jika kinerja perusahaanya istimewa dan marketnya bullish. Saya tidak suka lagi perusahaannya karena kinerjanya jelek. Dalam waktu singkat saya dapat menjual saham-saham tersebut.

Catatan: Dalam hal ini saya tida membicarakan trading melainkan berapa lamapun kita menyimpan saham, ada waktunya kita menjual karena ingin merealisasikan keuntungan atau terpaksa harus melepasnya dulu karena harganya diperkirakan akan turun.

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: