Gazafa.com

Hero

Bertemu Lo Kheng Hong (Lagi) Bagian 4 & 5

Syariahsaham.com, CIANJUR -- Mari kita lanjutkan postingan sebelumnya (Baca: Bertemu Lo Kheng Hong (Lagi) Bagian 1, 2 & 3)

#4
Setelah sesi presentasi materi selesai, acara dilanjutkan dengan pemaparan market outlook 2014 oleh Kepala Riset BNI Securities, Noriko Gaman (?) (mohon koreksi kang Farid). 

Ia menjelaskan potensi investasi di pasar modal khususnya saham. Ia juga mengisahkan pengalamannya berinvestasi di salah satu saham bluechips yang menuai gain cukup besar. 

Selain itu ia menjelaskan mengenai korelasi pesta demokrasi dengan kinerja bursa secara umum. Secara historis, tahun-tahun digelarnya Pemilu biasanya cukup 'bersahabat' dengan kinerja saham. Tahun 2004 dan 2009 menjadi contoh fenomena ini.

Sesi tanya jawab menghadirkan 9 orang penanya. Saya lupa detil pertanyaan masing-masing penanya. Saya mencoba mengingat-ingat lagi pertanyaan yang terlontar. Salah satunya tentang prospek saham CPO dan logam. 

LKH menjawab bahwa CPO memang sedang menarik, kontras dengan saham mineral dan batu bara. Sebagai teladan, LKH mencontohkan pergerakan LSIP yang belakangan sempat menembus 2000-an kembali. Pergerakan ini mencerminkan fundamental emiten dimaksud. Hal ini dikarenakan LSIP merupakan salah satu emiten perkebunan yang tidak memiliki utang, bahkan masih punya kas di atas 1 triliun.

Sementara itu, saham mineral, logam dan batubara, memang sedang mengalami tantangan dengan terbitnya regulasi UU Minerba sejak 12 Januari 2014 lalu. Terbukti beberapa emiten diantaranya melakukan efisiensi usaha dengan merumahkan karyawannya, seperti yang sempat heboh di media massa minggu kemarin terkait isu PHK oleh emiten berkode DKFT.

#5 
Pertanyaan yang mungkin paling ditunggu para pemirsa adalah alasan LKH memiliki portofolio di BUMI dan PTRO. Alasan pemilihan emiten pertama selalu menjadi polemik di kalangan investor. LKH menjawab bahwa hal ini mulai heboh saat ia mengikuti RUPS BUMI. 

Ia menyodorkan beberapa alasan, salah satunya valuasi BUMI. Pada saat BUMI berada di harga 8000-an, produksinya sekitar 40 juta ton. Dan sekarang dengan produksi yang kurang lebih sama, BUMI dihargai 300-an. Alasan berikutnya, utang bumi mulai berkurang katanya. 

Sementara mengenai PTRO yang terkait utang piutang dengan induk usahanya, LKH menjawab bahwa selama tidak terjadi akuisisi induk usaha terhadap anak usaha, emiten tersebut masih sehat, meskipun terjadi transaksi afiliasi. 

(Pada sesi ini, saya hanya mencoba menuliskan kembali apa yang saya dengar, saya belum mempelajari lebih mendalam tentang nilai intrinsik suatu saham, bahkan LKH juga merekomendasikan untuk belajar kepada mas Teguh Hidayat )

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: