Order Relakuat 2016

Hero

Hero

TobeNotes: Entry dan Exit Menurut RSI

Syariahsaham.com, CIANJUR-- oleh: Tobeno
Bagaimana memanfaatkan RSI  (Relative Strength Index) dalam menemukan area entry dan exit dari sebuah saham?

Guna menjawab ini dapat dilakukan dengan cara menyederhanakan rumus RSI.
Selama ini rumus RSI ditulis sebagai berikut:
RSI = 100 - 100/(1 + RS)
Dengan rumus di atas maka RSI bergerak dalam skala 0-100.
RS = G/L
P: rata2 gain 14 hari
L: rata2 loss 14 hari
Jika G/L > 4 maka RSI > 80 (overbought)
RSI = 100 - 100/(1+4) > 80
Jika G/L < 1/4 maka RSI < 20 (oversold)
RSI = 100 - 100/(1+1/4) < 20

Dalam skala 0-1, rumus di atas dapat disederhanakan menjadi:
RSI = n/(n+1)
Di mana:
n: total gain dibagi total loss dalam 14 hari. Ada 13 angka dalam 14 hari.
Jika n > 4 maka
RSI = 4/(4+1) > 0.8 (overbought)
Jika n < 1/4 maka
RSI = 1/(1+1/4) < 0.2 (oversold)

Kapan sebaiknya entry dan exit jika menggunakan RSI?
Menurut saya ketika n>1 di mana RSI > 0.5  saatnya entry lebih awal.
Contoh:
RSI = 1.1/(1.1+1) = 0.52
Ketika n<1 di mana RSI < 0.5 saatnya exit lebih awal.
Contoh:
RSI = 0.9/(0.9+1) = 0.47

Jadi, cukup jumlahkan total (tidak perlu rata-rata) gain dan membaginya dengan total loss selama 14 hari untuk mendapatkan nilai n. Setelahnya RSI dapat dihitung tanpa perlu tool khusus cukup kalkulator atau sempoa misalnya.

Catatan: Sebenarnya RSI punya kelemahan yang tak pernah diungkap yaitu ketika saham tanpa loss selama 14 hari maka pembagi akan menjadi nol akibatnya G/L bernilai tak terhingga.

Happy Sunday.
Be A Confident Trader!
02.04.17

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: