Order Rentetan 2017

Hero

TobeNotes: Trading vs Investing

Syariahsaham.com, CIANJUR -- Tulisan terbaru dari kang Tobeno.
Kenapa ada dikotomi trading dan investing?
Banyak yang meyakini bahwa keduanya memberikan imbal hasil (return) yang berbeda. 

Return investing dianggap lebih unggul ketimbang trading.
Benarkah?  Siapa tahu ini cuma mitos.
Siapa yang pernah membandingkan keduanya melalui data yang sahih?

Hasil riset saya kebanyakan malah menyimpulkan sebaliknya. Return trading bisa jauh di atas return investing.

Contoh bullish:. BUMI
Investing dari 68 (04/10/16) menjadi 505 (27/01/17).
Return 640%.
Trading dari 78 (17/10/16) telat masuk menjadi 505 (27/01/17).
Return 750%.

Contoh bearish: LPKR
(Invest di saham yang salah)
Investing dari 1065 (20/09/16) hold sampai 720 (27/01/17).
Return (loss) -32%.
Trading dari 1100 (26/09/16) sampai 730 (20/01/17).
Return +1%.

Narasi di atas bukan mengajak orang berhenti jadi investor tapi hanya ingin menyampaikan kepada trader, jika punya waktu TRADING SAJALAH.

Dengan trading tidak perlu lagi bersusah payah menjawab pertanyaan, "Bagaimana prospek saham ini satu tahun ke depan?" Atau "Berapa harga wajar saham ini?" Atau "Mana yang lebih menjanjikan antara saham A atau B?" Atau "Apa dampaknya kasus korupsi dana pensiun terhadap saham terkait?" dan pertanyaan-pertanyaan semisalnya.

Namun, ada saja yang mempertanyakan, "Jika trading lebih baik dari investing, mengapa tidak ada LKH versi trader?"

Jawabannya karena trader itu kutu loncat. Pindah dari satu saham ke saham yang lain.

Be A Confident Trader!
28.01.17

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: