Order Relakuat 2016

Hero

Hero

TobeNotes: New Momentum Formula

Syariahsaham.com, CIANJUR -- tulisan lawas dari kang Tobeno. 

Momentum sebuah kata yang sering dilontarkan ketika seorang trader tengah menunggu the right time to entry into the stocks.  

Apa itu momentum dan bagaimana mendeteksinya tak ditemukan sebuah cara yang spesifik untuk mengetahuinya kecuali sebatas melihat price action semata. 

Tersebab itu, momentum ini dikenal pula dengan istilah price momentum. 

Padahal faktanya, dalam mengambil keputusan, tak mungkin seorang trader hanya berpatokan pada harga sahaja. 

Selama ini diyakini bahwa, “Momentum is the measurement of the speed or velocity of price changes.” 

John J. Murphy pun bilang bahwa, "Market momentum is measured by continually taking price differences for a fixed time interval. To construct a 10-day momentum line, simply subtract the closing price 10 days ago from the last closing price. This positive or negative value is then plotted around a zero line."

The formula for momentum is:

M = Px – Po

Di mana Px harga terakhir dan Po harga beberapa hari yang lalu.

Formula di atas bagi saya tidak masuk akal ketika menyimpulkan kenaikan 400 rupiah yang dialami UNVR dan PPRO pada periode yang sama akan memiliki momentum yang sama pula. 

Kenaikan sebesar itu bagi UNVR hanyalah 1% sedangkan bagi PPRO 40%.   Oleh karena itu seseorang telah mengubah formula ini menjadi rate of change (ROC):

ROC = (Px – Po)/Po

Menurut saya, Murphy atau ROC seharusnya memasukan volume dalam formulanya. 

Saya mencoba mengadaptasi formula momentum di bidang Fisika seperti:

p = mv

Di mana p adalah momentum, m massa dan v adalah kecepatan (velocity).

Jika kecepatan nol (tidak bergerak) maka tidak ada momentum.  Walaupun kereta api bermassa besar tetap saja tidak ada momentum jika tengah berhenti.  Sebaliknya, nyamuk yang terbang dengan kecepatan tinggi tapi massanya kecil (nyaris nol) juga hampir tidak memiliki momentum.  Oleh karenanya ditabrak oleh nyamuk dengan kecepatan terbang berapa pun tidak akan membuat Anda terjungkal.  Bayangkan jika Anda diseruduk kereta api walau hanya bergeser sedikit tentu membuat Anda terhuyung bahkan mungkin harus digotong ke RS.

Mengacu pada analogi di atas, maka massa (M) dapat dipandang sebagai average volume (lot) sedangkan velocity (V) merepresentasikan perubahan harga pada periode yang dipilih yang saya notasikan sebagai D (delta). 

Dengan demikian dapat diturunkan formula baru sebagai berikut:

M = VD

Di mana,
V:  Volume (lot)
D:  Delta perubahan harga.

Contoh 5-day momentum DOID:

Harga 10 Oct:  332
Harga 14 Oct:  480

Average Volume 5-day = 3.1 juta lot

D = 480-332 = 148

M = 3.1 juta x 148 = Rp 46 miliar adalah momentum 5 hari DOID.

Contoh 5-day momentum UNVR:

Harga 10 Oct:  44600
Harga 14 Oct:  45000

Average Volume 5-day =  17 ribu lot

D = 45000-44600 = 400

M = 17 ribu x 400 =Rp 680 juta

Melalui figur di atas maka dapat disimpulkan bahwa momentum DOID 68 kali lebih besar dari UNVR.

Happy Sunday.
Be A Confident Trader!
16.10.16

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: