1

1

[Order] Rekap Laporan Sembilan Bulan (RANSEL) 2016

Dasar Analisis Teknikal bersama Etuz: Bagian 1

Syariahsaham.com, CIANJUR --

oleh: Etuz (Trader, Admin IDX6000)

A. Pengenalan Dasar 
Di dalam dunia trading, kita mengenal apa yang disebut dengan indikator. Indikator pada dasarnya merupakan turunan dari harga (open, high, low, close) dan atau volume yang terjadi di masa lalu, yang dapat digunakan untuk memprediksi masa depan.

Ada banyak sekali pilihan indikator yang bisa kita gunakan, bahkan terkadang hal itu membuat trader menjadi pusing sendiri, indikator mana yang harus digunakan ?

Tak ayal, banyak trader yang menggunakan banyak sekali indikator dalam melakukan analisa suatu saham, yang boroboro membantu analisa, tapi malah membuat analisa semakin rumit karena sinyal yang diberikan saling bertolak belakang.

Nah, guna menghindari hal tersebut, tentu trader perlu paham mengenai dasar dari indikator itu sendiri, apa kelebihan dan kekurangannya dan yang paling penting adalah bagaimana trader dapat menggunakannya untuk membantu menganalisa dalam pengambilan keputusan buy maupun sell.

Untuk itu, mari kita pelajari terlebih dahulu penggolongan indikator teknikal secara umum. Secara garis besar, ada banyak cara untuk menggolongkan indikator ke dalam berbagai macam grup, tetapi dari yang penulis baca dari berbagai sumber sejauh ini, paling tidak sedikitnya ada 4 penggolongan indikator secara umum, yaitu :

1. Indikator Trend
Indikator trend digunakan untuk mengukur arah dan kekuatan dari sebuah trend. Indikator Trend merupakan lagging indikator, artinya bahwa trend indikator hanya mengikuti pergerakan harga saja, sehingga hanya mencerminkan harga di masa lampau.

Contoh indikator yang masuk dalam grup ini adalah moving average (MA), MACD, Average Directional Index (ADX), DMI, Parabolic SAR, Elliot Wave, dll.

2. Indikator Momentum
Indikator momentum digunakan untuk mengetahui perubahan kecepatan dari naik turunnya harga. Momentum indikator merupakan leading indikator, karena indikator ini mengukur perubahan kecepatan yang biasanya mendahului sebuah reversal harga.

Contoh indikator yang masuk dalam grup ini adalah Commodity Channel Index (CCI), Relative Strength Indicator (RSI), Stochastic, William% R, dll.

3. Indikator Volatilitas
Indikator volatilitas memberikan informasi mengenai range dari harga berikut percepatan dan perlambatan yang terjadi. Yang termasuk dalam grup ini adalah Average True range (ATR), Bollinger Band (BB), Envelope, dll.

4. Indikator Market Strength
Indikator ini digunakan untuk mengukur kekuatan pasar yang sedang terjadi. Contoh indikator dalam grup ini adalah On Balance Volume (OBV), Chaikin Oscillator, Money Flow Index (MFI), Accumulation/Distribution, dll.

Nah, setelah kita tahu penggolongan berbagai macam indikator itu, lantas apa ? Perlu disadari bahwa tidak ada indikator yang bisa akurat dan tepat menggambarkan kondisi pasar di setiap waktu.

Untuk itu, kombinasi dari berbagai macam grup indikator yang sudah diuraikan di atas diharapkan dapat membantu trader dalam mengambil keputusan buy dan sell dalam segala situasi.

Namun perlu diingat bahwa semakin banyak indikator yang digunakan, maka semakin besar derajat kebebasan (degree of freedom) yang berupa variabel-variabel yang digunakan dalam interpretasi indikator tersebut.

Ambil contoh moving average, mempunyai 1 derajat kebebasan karena ada 1 variabel subjektif yang mempengaruhi output dari moving average itu, yaitu lookback periode dari moving average itu sendiri.

Bagaimana dengan MACD ? MACD mempunyai 3 variabel subjektif yang dapat mempengaruhi output dari MACD itu sendiri. Jadi dengan melihat fakta ini, penulis menyarankan untuk tidak menggunakan indikator yang berada dalam satu grup secara bersamaan.

Contohnya menggunakan CCI dan RSI bersamaan, hal ini kurang efektif karena kedua indikator sama-sama berasal dari grup momentum indikator, yang kurang lebih akan memberikan hasil yang sama, apabila di setting menggunakan periode yang sama.

Dan alangkah baiknya apabila trader menggunakan minimal 1 indikator dari masing-masing grup untuk digunakan sebagai tools dalam menganalisa.

Untuk itu,pada kesempatan kali ini penulis akan fokus membahas secara mendalam mengenai moving average yang merupakan indikator yang paling simpel namun sekaligus powerfull dan sudah banyak digunakan oleh para trader di seluruh dunia.

Bagian 2

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

0 Response to " Dasar Analisis Teknikal bersama Etuz: Bagian 1 "

Poskan Komentar