1

1

[Order] Rekap Laporan Akhir Tahun (RELAKUAT) 2016

Berharap Prospek Matahari Secerah Mentari: Bagian 1

Syariahsaham.com, CIANJUR -- Tulisan berikut ini dikutip dari laman bei5000.com. (Baca: Investasi 2016, Saham LPPF : Prospek Matahari Secerah Mentari) Selamat membaca!

Di saat musim lebaran dan liburan, biasanya gerai-gerai ritel di Indonesia kebanjiran pengunjung. Salah satu gerai ritel yang popular di negeri ini adalah Matahari. Bagaimana profil dan prospeknya? Kita simak beberapa kutipan dari Laporan Tahunan dan paparan publik yang dirilis perseroan berikut ini:

Lingkup Bisnis 
Matahari Department Store Tbk (LPPF) adalah perusahaan ritel terkemuka di Indonesia yang menyediakan perlengkapan hingga peralatan rumah tangga dengan harga fashion, aksesori, kecantikan, yang terjangkau.

Matahari menghadirkan produk-produk stylish berkualitas tinggi serta pengalaman berbelanja yang istimewa, bekerja sama dengan pemasok local dan internasional yang terpercaya untuk menawarkan beragam produk terkini dari merek eksklusif dan merek internasional.

Sekilas Sejarah 
Matahari telah hadir di kancah ritel Indonesia selama hampir enam dekade. Gerai pertamanya, yang merupakan toko pakaian untuk anak-anak, dibuka pada 24 Oktober 1958 di Pasar Baru, Jakarta.

Sejak itu, Matahari terus berkembang menjadi perusahaan nasional, membuka department store modern pertama di Indonesia pada tahun 1972 dan mendirikan basis konsumen setia di seluruh Indonesia.

Dengan jaringan 142 gerai di 66 kota, Matahari menyediakan lapangan pekerjaan bagi 50.000 orang di Indonesia dan mendapatkan 80% produk pembelian langsung dan konsinyasi dari sekitar 850 pemasok lokal.

Pemegang Saham 
Di tahun 2009, Perseroan melakukan spin off dari PT Matahari Putra Prima Tbk (MPP) untuk membentuk entitas baru, yakni PT Matahari Department Store Tbk (Matahari).

Asia Color Company Limited, anak Perseroan CVC Capital Partners Asia Pacific III l.P. dan CVC Capital Partners Asia Pacific III Parallel Fund – A, l.P. (bersama “CVC Asia Fund III”) menjadi pemegang saham mayoritas Matahari pada bulan April 2010.

Saham Matahari yang ditawarkan kepada publik oleh Asia Color Company limited dan PT Multipolar Tbk pada tahun 2013 menarik perhatian dunia dan meningkatkan kepemilikan publik atas Perseroan dari 1,85% menjadi 47,35% per 28 Maret 2013.

Antara Maret 2014 hingga Februari 2015, Asia Color Company Limited mengurangi kepemilikan saham Perseroan, dan per 28 Februari 2015, Asia Color Company tercatat memiliki 2,00% saham Perseroan, sementara PT Multipolar Tbk memiliki 20,48% dan publik 77,52%.

Akuisisi Mataharimall.com
Menyadari potensi perdagangan elektronik / e-commerce untuk memperluas usaha Perseroan ke seluruh Indonesia, Matahari melaksanakan hak opsinya untuk membeli 2.631.580 (dua juta enam ratus tiga puluh satu ribu lima ratus delapan puluh) saham PT Global Ecommerce Indonesia (GEI) atau merepresentasikan 2,5% dari total saham GEI.

Pada 16 Desember 2015, sehubungan dengan kenaikan modal saham GEI yang telah ditempatkan dan disetor penuh, maka saham GEI yang dimiliki oleh Perseroan terdilusi menjadi 1,99%.

Pada tanggal 30 Desember 2015, Perseroan kembali melaksanakan hak opsi untuk membeli 4.404.700 (empat juta empat ratus empat ribu tujuh ratus) saham, sehingga total saham GEI yang dimiliki Perseroan menjadi 7.036.200 atau 5,16% dari total saham GEI.

Pada 20 Januari 2016, Perseroan melaksanakan tambahan hak opsi untuk membeli 7.864.075 (tujuh juta delapan ratus enam puluh empat ribu tujuh puluh lima) saham GEI, menjadikan total saham yang dimiliki Perseroan sebesar 10,33%.

Saham tersebut kemudian terdilusi menjadi 10% setelah seluruh pemegang hak opsi melaksanakan hak opsinya, sehingga per tanggal 29 Januari 2016, Perseroan memiliki 10% dari total saham GEI

Segmen Pasar 
Matahari berhasil mempertahankan posisinya yang unggul dalam segmen department store di Indonesia, dengan pangsa pasar yang tumbuh menjadi 42,8% di tahun 2015 berdasarkan nilai penjualan ritel (Euromonitor).

Antara 2009 dan 2015, pangsa pasar kolektif dari lima besar peritel department store meningkat dari 61,1% menjadi 73,3% dari segmen department store, berdasarkan nilai penjualan ritel. Kiprah Matahari di sektor ritel Indonesia selama 57 tahun telah mengukuhkan Matahari sebagai merek department store yang paling dipercaya di Indonesia.

Menurut survei oleh MarkPlus Insight pada Desember 2012, Matahari adalah department store yang paling sering dikunjungi di Indonesia selama lima tahun terakhir.

Sejumlah merek eksklusif Matahari pun telah berulang kali melampaui merek-merek besar internasional dalam hal kesadaran merek, sedangkan program loyalitasnya, Matahari Club Card (MCC), merupakan salah satu program loyalitas terbesar di Indonesia, dengan basis keanggotaan yang mencapai 3,2 juta di akhir tahun 2015.

Selanjutnya >>>  Berharap Prospek Matahari Secerah Mentari: Bagian 2

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: