Order Rentetan 2017

Hero

Saham MBAI: Belajar Investasi dari Lo Kheng Hong (3)

CIANJUR, Syariahsaham.com - Lo Kheng Hong mulai mengoleksi MBAI saat sahamnya belum begitu diminati (Baca: Saham MBAI: Belajar Investasi dari Lo Kheng Hong (3) 

Begitu juga halnya dengan tahun 2006. Saat laba per saham (EPS) meningkat 81,82 % dari tahun sebelumnya, volume perdagangan saham ini masih sepi. 

Bahkan volumenya turun menjadi hanya 1.624 lot (812.000 lembar) saja. Tapi, harga sahamnya naik 212,5% menjadi 1.250/lembar, dengan harga tertinggi sepanjang tahun 2006 di 1.330 dan terendah di 500. 

Harga tertinggi saham MBAI di tahun 2006 masih di bawah EPS nya yang mencapai Rp. 1.414/lembar. Tapi, sekali lagi, kinerja yang kinclong ini masih belum menarik investor untuk masuk, justru malah turun. 

Mengapa? Bisa jadi karena saham ini termasuk saham tidur. Dan ini juga yang sering ditegaskan oleh LKH dalam setiap seminar, “Portofolio saya kebanyakan bukan saham LQ 45, bukan saham yang likuid dan dikenal banyak orang” 

Ungkapan ini sekaligus clue bagi kita untuk terus berburu saham semisal MBAI. Ketika ada salah seorang peserta seminar pada ISCME 2013 lalu menanyakan bagaimana mencari saham yang memiliki kinerja cemerlang dan prospektif untuk masa depan, LKH menjawab, “Silakan baca, baca dan baca lagi!”. 

Setiap hari, LKH membaca berbagai pengumuman dari Bursa Efek Indonesia maupun berita-berita dari koran. 

Bagaimana dengan tahun-tahun berikutnya (2007-2010)? Sayangnya, saya belum memperoleh LK MBAI tahun 2011, saat LKH menjual seluruh kepemilikan saham ini di harga 31.500. 

Tapi, gambar berikut ini bisa menggambarkan kinerja MBAI dari tahun 2006 sampai dengan 2010. 

Bandingkan juga dengan harga sahamnya berikut ini:
Seperti tahun-tahun sebelumnya, volume perdagangan masih kecil. Baru pada kuartal ketiga tahun 2010, volume meningkat tajam sampai akhir tahun 2010, terbukti dengan volume yang menyentuh jutaan lembar. 

Harga pun mulai terkerek naik signifikan dan ditutup di harga 17.200 atau diperdagangkan pada PER 5,03 x. Tentunya dengan PER sebesar ini, saham MBAI masih tergolong sangat murah.

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: