Order Rentetan 2017

Hero

Saham MBAI: Belajar Investasi dari Lo Kheng Hong (1)

CIANJUR, Syariahsaham.Com - Tulisan ini merupakan repost dari posting di blog pribadi saya, mangamsi.com. Semoga menjadi inspirasi bagi teman-teman yang memulai investasi di saham.

“Saya adalah seorang Value Investor. Pekerjaan saya setiap hari adalah mencari perusahaan yang ‘salah harga’ di bursa. 

Strategi investasi saya adalah membeli saham perusahaan yang bagus dan murah, kemudian saya simpan, menunggu dengan sabar, sampai suatu hari pasar sadar bahwa harga saham itu terlalu murah dan kembali naik ke harga wajarnya, dari sinilah saya mendapatkan keuntungan. 

Mungkin di atas 90% investor saham tidak tahu apa yang mereka beli. Mereka seperti membeli kucing dalam karung. 

Untuk mengetahui perusahaan mana yang ’salah harga’ tersebut, salah satu caranya adalah dengan membandingkan berapa nilai pasar perusahaan itu dan berapa laba bersih perusahaan itu. 

Sebagai contoh, pada tahun 2005 saya membeli saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), perusahaan ternak ayam terbesar kedua di Indonesia seharga Rp 250. Saya mendapatkan sekitar 6 juta saham MBAI atau sekitar 8,28 % dari total saham MBAI yang beredar di pasar. 

Jumlah saham MBAI yang beredar di 2006 mencapai 75 juta lembar. Jadi, nilai perusahaannya adalah Rp 250 dikali 75 juta lembar, yaitu Rp 18,75 miliar, padahal labanya Rp 106 miliar. 

Ada yang tahu tidak? Tidak ada. Jadi tidak ada yang beli. Setelah saya simpan selama 6 tahun, harganya naik menjadi Rp 31.500 dan saya menjualnya di 2011. Saya memperoleh untung 12.500%.”  (Lo Kheng Hong dalam Swa.co.id, Lo Kheng Hong, Sang Value Investor yang Bebas Finansial, 5 Februari 2014) 

Pernyataan ini memicu rasa penasaran saya untuk menelusuri jejak Lo Kheng Hong (LKH) di saham Multibreeder Adirama (MBAI) yang sekarang sudah delisting dari bursa. 

Emiten ini didelisting setelah merjer dengan Japfa Comfeed (JPFA). Saya pun mencari laporan tahunan dan laporan keuangan MBAI beberapa tahun silam, khususnya tahun 2005 saat LKH melakukan aksi beli dan tahun dan 2011 saat LKH melepas seluruh kepemilikan sahamnya di MBAI.

Kisah selanjutnya ...

Untuk berlangganan, silakan masukkan email: