1

1

[Order] Rekap Laporan Sembilan Bulan (RANSEL) 2016

Mengenal Karakter Sektor di Bursa Efek Indonesia dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya (2)

7. INFRASTRUKTUR; Meliputi infrastruktur energi seperti #PGAS, infrastruktur jalan seperti #JSMR, #CMNP, infrastruktur telekomunikasi seperti #TLKM, #ISAT, infrastruktur transportasi seperti #GIAA. 

Sektor ini sangat menjanjikan, misalnya gas kini jadi sumber energi harapan di masa yang akan datang, pembuatan jalan raya baru dan jalan tol mutlak diperlukan, transportasi udara sudah menjadi kebutuhan. Hal yang berpengaruh adalah selain fluktuasi nilai Rupiah, yaitu kebijakan pemerintah mengenai penetapan harga gas, tarif tol, dan pengaturan frekuensi udara. 

8. KEUANGAN; Sektor yang dihuni oleh emiten perbankan seperti #BBRI, #BMRI, #BBCA, lembaga pembiayaan seperti #ADMF, asuransi seperti #PNLF, dan perusahaan efek seperti #PADI, #KREN. Sektor ini nafasnya bursa saham, maka jika saham perbankan anjlok IHSG pun jeblok, begitu juga sebaliknya. 

Sektor ini sensitif dengan isu ekonomi, suku bunga, inflasi, dan kebijakan Bank Indonesia. BI Rate, bunga bank, dan inflasi yang naik/turun berpengaruh terhadap daya beli konsumen hampir di semua sektor usaha. 

Contoh jika suku bunga turun, bisa jadi penjualan otomotif meningkat, maka perusahaan pembiayaan juga akan meningkat kinerjanya. Namun di sisi lain pendapatan bank yang berasal dari bunga kredit akan menurun. 

Pada saat kondisi makro dan mikro ekonomi bergairah, pelaku usaha pun berekspansi, cari modal salah satunya berasal dari pinjama di bank, maka perbankan pun bergairah. Jika ekonomi lesu, pelaku usaha menahan ekspansi, perbankan pun terdampak pula. 

9. PERDAGANGAN; Dihuni pedagang besar seperti #UNTR, retailer seperti #MPPA, #RALS, #ACES, restoran, hotel, pariwisata seperti #PANR, jasa komputer seperti #MTDL. Sektor ini terpengaruh dengan kondisi usaha sektor lain yang terkait, misalnya #UNTR yang jualan alat berat ke emiten batubara terpengaruh dengan kondisi pasar batubara yang sedang lesu, sektor ritel terpengaruh dengan moment tertentu misalnya hari raya, yang pada saat itu penjualan #MPPA dan #RALS meningkat drastis. 

Sub sektor pariwisata dan perhotelan terpengaruh dengan pertumbuhan kelas ekonomi menengah, gaya hidup, dan kondisi ekonomi secara umum. Di saat ekonomi meningkat sub sektor ini bisa menjadi kebutuhan, tapi di saat ekonomi lesu sub sektor ini mungkin hanya akan menjadi pilihan. Karena kebutuhan akan telekomunikasi yang semakin hari semakin meningkat, maka retail seperti #ERAA, #TELE punya peluang dan prospek yang bagus. 

BEBERAPA KESIMPULAN KORELASI:

Naik/turunnya sektor property dan infrastruktur akan mempengaruhi naik/turunnya sektor industri dasar. Jika sektor keuangan bergairah/lesu maka sektor property, perdagangan, aneka industri ikut bergairah/lesu. Sektor pertanian (CPO), pertambangan (migas, logam dan batubara) cenderung independen mengikuti kondisi ekonomi global. Sektor konsumsi cenderung independen dan defensif. 

Setelah mengenali sebagian kecil karakter sektor industri, sekarang kita mencoba mengenali pergerakan/pertumbuhan sektor-sektor industri tadi. Kita mengenal ada 4 tahap pertumbuhan industri, yaitu tahap awal pertumbuhan (introduction), masa bertumbuh (growth), masa stabil/matang (maturity), dan masa penurunan (decline). Ada beberapa ciri dari keempat tahapan pertumbuhan tersebut. 

a. Masa awal pertumbuhan (introduction) ditandai dengan modal investasi yang besar, bahkan hutang pun besar, volume penjualan masih kecil sehingga keuntungan pun masih kecil pula. 

b. Masa pertumbuhan (growth) ditandai dengan ekspansi usaha, keuntungan meningkat, industri dan produknya mulai dikenal luas. 

c. Masa stabil/matang (growth) ditandai dengan skala usaha sudah maksimal (ekspansi berkurang/terhenti), keuntungan stabil, terjadi kompetisi harga dengan pemain lain di industri yang sama, maka untuk survive biasanya ada iovasi produk. 

d. Masa penurunan (decline); ditandai dengan penurunan penjualan, keuntungan pun mulai mengecil, dan pada saatnya kegiatan usaha akan terhenti. 

Berdasarkan uraian di atas, mari kita meraba-raba kira-kira sektor-sektor industri tadi di atas saat ini berada di posisi mana : 

1) Pertanian/perkebunan (CPO) dengan permintaan produk di pasar dunia yang mulai menurun, umur tanaman yang semakin tua, dan semakin suitnya mencari lahan, ada di posisi mana. 

2) Pertambangan batubara, migas, dan logam dengan permintaan dunia yang sedang turun dan cadangan sumber daya alam (minyak) yang semakin terbatas, ada di posisi mana. 

3) Industri dasar/kimia dengan produk yang stabil dan permintaan stabil ada di mana. 

4) Aneka industri/otomotif dengan jumlah kendaraan yang semakin banyak dan persaingan produk antar sesama produsen yang semakin ketat, posisinya ada di mana. 

5) Konsumsi dengan jumlah penduduk yang terus bertambah ada di posisi mana. 

6) Property dan konstruksi dengan pertumbuhan ekonomi kelas menengah yang meningkat ada di mana. 

7) Infrastruktur dengan kebutuhan yang semakin meningkat (sarana/prasarana jalan), bandara, pelabuhan terutama dengan banyaknya proyek pemerintah, posisinya ada di mana, dan khusus telekomunikasi dengan persaingan yang semakin ketat, ada di mana. 

8) Keuangan/perbankan dengan pertumbuhan industri dan jumlah penduduk yang semakin banyak posisinya ada di mana. 

9) Perdagangan dengan banyaknya barang import yang masuk dan menjamurnya gerai-gerai produk serta jumlah penduduk yang terus bertambah, ada di posisi mana. 

Silakan disimpulkan dengan analisa dan cara pandang kita masing-masing sebagai bahan pertimbangan untuk pilihan berinvestasi saham di sektor mana saja agar didapat peluang yang besar dan keuntungan yang optimal. 

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. #

Disclaimer on By @andirerei

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

0 Response to " Mengenal Karakter Sektor di Bursa Efek Indonesia dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya (2) "

Poskan Komentar