1

1

[Order] Rekap Laporan Sembilan Bulan (RANSEL) 2016

Mengenal Indikator Bollinger Band

CIANJUR, Syariahsaham.com - Kita akan melanjutkan seri analisis teknikal bersama abah @andirerei, sesepuh forum saham IDX6000. 

Indikator teknikal lainnya yang biasa digunakan dalam trading saham adalah Bollinger Band (BB). BB digunakan untuk mengetahui tingkat volatilitas pergerakan harga dalam periode tertentu. BB terdiri dari tiga garis yang membentuk layaknya sabuk pembatas pergerakan harga, yaitu Upper Band, Middle Band, dan Lower Band sebagaimana gambar berikut ini : 
Apabila terjadi ketidakseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply), baik pada saat trend naik maupun saat trend turun yang kuat, maka BB akan melebar akibat dari fluktuasi harga yang tinggi. 

Namun jika terjadi keseimbangan antara demand dan supply (pada saat trend sedang sideways) maka BB akan menyempit. Perhatikan gambar berikut ini : 

BB mempunyai karakter secara umum sebagai berikut : 
  • BB merupakan indikator volatilitas sehingga tidak dapat berdiri sendiri atau dengan kata lain BB bukan indikator untuk aksi, sehingga perlu tambahan indikator lain untuk pengambilan keputusan Buy atau Sell, misalnya RSI atau CCI. 
  • Pada dasarnya harga akan bergerak dalam sabuk BB, namun bisa juga bergerak keluar dari sabuk, yang mana ini merupakan signal akan terjadinya pembalikan arah harga (reversal) atau bisa juga hal itu merupakan signal penguatan trend naik atau trend turun yang sedang berlangsung (trend continues). Untuk mengetahuinya kita bisa menggunakan indikator aksi yang lain, misalnya RSI atau CCI. 
  • Periode BB yang biasanya digunakan adalah 20, namun demikian bisa saja disesuaikan dengan metoda trading yang anda gunakan. Penggunaan periode BB yang kecil maka lebar sabuk pada BB pun akan terlihat sempit, dan apabila penggunaan periode BB yang besar maka lebar sabuk BB pun akan terlihat lebar. Apabila BB kita padukan dengan CCI, maka hasilnya sebagaimana uraian di bawah ini. 
Namun sebelum itu, ada baiknya kita perlu mengingat kembali bagaimana cara membaca CCI :
  • Area Jenuh Jual (Oversold) CCI area jenuh jual (oversold) ketika garis CCI berada di bawah angka -100. Pada area ini kondisi sudah jenuh jual sehingga akan terjadi pembalikan arah harga. Namun dalam kenyataannya, kadang-kadang pergerakan harga di area ini malah cenderung semakin menurun (strong bearish) sebelum akhirnya naik. 
  • Area Tengah CCI area tengah ketika garis CCI berada diantara angka -100 dan 100. Area tengah ini terbagi menjadi 2 (dua) yaitu area antara angka -100 dan 0 serta area antara angka 0 dan 100. Dalam trend naik, pada area antara angka -100 dan 0 terjadi pembalikan arah harga (bulish reversal), dan pada area antara angka 0 dan 100 pergerakan harga memasuki trend naik yang makin menguat (bullish continues). Dalam trend turun, pada area antara angka 100 dan 0 terjadi pembalikan arah harga (bearish reversal), dan pada area antara angka 0 dan -100 pergerakan harga memasuki trend turun yang makin menguat (bearish continues). 
  • Area Jenuh Beli (Overbought) CCI area jenuh beli (overbought) ketika garis CCI berada diatas angka 100. Pada area ini kondisi sudah jenuh beli sehingga akan terjadi pembalikan arah harga. Namun dalam kenyataanya, kadang-kadang pergerakan harga di area ini malah cenderung semakin naik (strong bullish) sebelum akhirnya turun. Apabila BB kita padukan BB dengan CCI, maka : 
a. Bila harga menembus keluar Upper Band atau menyentuh Upper Band, dan pada saat yang bersamaan CCI menembus ke atas level 100, maka trend naik yang sedang terjadi masih akan berlanjut, sebagaimana gambar berikut ini : 

Sebaliknya bila harga menembus keluar Upper Band atau menyentuh Upper Band, dan pada saat yang bersamaan CCI menuju ke bawah level 100, maka trend naik yang sedang terjadi berbalik arah menuju Bearish, sebagaimana gambar berikut ini: 

b. Bila harga menembus keluar Lower Band atau menyentuh Lower Band, dan pada saat yang bersamaan CCI menembus ke bawah level -100 maka trend turun yang sedang terjadi masih akan terus berlanjut, sebagaimana gambar berikut ini : 

Sebaliknya bila harga menembus keluar Lower Band atau menyentuh Lower Band, dan pada saat yang bersamaan CCI menembus ke atas level -100, maka trend turun yang sedang terjadi berbalik arah menuju Bullish, sebagaimana gambar berikut ini: 

Penggunaan indikator aksi yang tepat yang dipadu dengan BB akan menghasilkan signal Buy atau Sell yang berpotensi meningkatkan keuntungan dalam trading dengan memanfaatkan BB sebagai indikator volatilitas harga. 

Posisi harga terhadap Middle Band dalam BB bisa digunakan untuk membaca trend yang sedang terjadi dan bisa juga digunakan sebagai signal Buy atau Sell, dengan kriteria sebagai berikut : 
a. Apabila Middle Band berada di bawah harga, maka trend yang sedang terjadi adalah Bullish, dan ketika harga crossdown terhadap Middle Band, saat itu lah waktunya Sell. 
b. Apabila Middle Band berada di atas harga, maka trend yang sedang terjadi adalah Bearish, dan ketika harga crossup terhadap Middle Band, saat itu lah waktunya Buy. 
c. Konfirmasi peralihan trend dari Bearish ke Bullish atau sebaliknya dari Bullish ke Bearish ditandai dengan terjadinya perpotongan antara Middle Band dengan Harga. Kita perhatikan gambar berikut ini : 

Apabila harga menembus Lower Band dua kali berturut-turut, itu adalah signal terjadinya pattern Double Bottom yang merupakan indikasi akan terjadinya kenaikan harga. 

Namun untuk memastikannya, perlu konfirmasi yaitu harga menembus ke atas (crossup) Middle Band. 

Jika harga telah menembus Middle Band, saat itu lah diperkirakan dimulainya trend naik, maka kita bisa membuka posisi Buy. Kita perhatikan gambar berikut ini : 

Apabila harga menembus Upper Band dua kali berturut-turut, itu adalah signal terjadinya pattern Double Top yang merupakan indikasi akan terjadinya penurunan harga. 

Kondisi tersebut terjadi dengan konfirmasi yaitu harga menembus ke bawah (crossdown) Middle Band. 

Jika harga telah menembus ke bawah Middle Band, saat itu lah diperkirakan dimulainya trend turun, maka kita bisa membuka posisi Sell. Kita perhatikan gambar berikut ini : 

Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. 

#Disclaimer on By @andirerei

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

0 Response to " Mengenal Indikator Bollinger Band "

Poskan Komentar