1

1

[Order] Rekap Laporan Sembilan Bulan (RANSEL) 2016

Belajar dari Lo Kheng Hong: Bagian 1

CIANJUR, Syariahsaham.com - Mulai hari ini, Syariahsaham.com akan merepost tulisan-tulisan dari blog Mang Amsi tentang Lo Kheng Hong dan hal-hal yang terkait dengannya. 

Kita mulai dengan tulisan pertama yang mengisahkan awal pertemuan Mang Amsi dengan Warren Buffet Indonesia ini secara tidak sengaja ketika berlangsung acara Investor Summit 2013.

Hari ini ada acara testimonial investor dalam rangkaian acara Investor Summit and Capital Market Expo 2013 yang diselenggarakan di Ritz-Carlton Pacific. Sekitar jam 6 pagi saya diantar salah satu teman terbaik saya, Fimen Mansir (kandidat Doktor UIN Jakarta), menuju jalan Ciputat untuk kemudian naik bis 76. 

Karena belum begitu hafal alamat tujuan, saya turun di halte GBK. Pas bertanya kepada ibu penyapu jalan tentang hotel Ritz Carlton, ia tidak mengetahuinya, karena yang ia tahu adalah hotel Sultan. 

Tapi saya teringat anjuran kang Ahmad Munjin (jurnalis senior Inilah.com) kemarin, kalau mau ke BEI turunnya di halte Polda Metro Jaya. Maka saya pun kembali bertanya ke ibu tadi, “Oh kalo itu tinggal lurus aja mas, nanti tinggal nyebrang”. 

Setelah lumayan juga berjalan kaki, nama Ritz Carlton mulai kelihatan. Kemudian saya masuk ke gedung tersebut setelah diperiksa terlebih dahulu. Saya langsung menuju Ballroom yang berada di lantai 4, dan ternyata masih lengang. 

Sambil menuju acara rehat kopi dan seminar dibuka, saya berkeliling melihat-lihat stand emiten, sekuritas maupun media yang berpartisipasi dalam acara ini. Tujuan utama saya ikut acara ini adalah ingin mendengarkan secara langsung testimonial investor pasar modal yang akan diwakili oleh Warren Buffet-nya Indonesia, Lo Kheng Hong dan juga vokalis Nidji, Giring Ganesha. Bertemu dengan Lo Kheng Hong adalah salah satu mimpi saya...

Sekitar jam 8.20-an. Saat sedang melihat-lihat stand MNC dan Mandiri Sekuritas, dari kejauhan nampak sesosok pria dengan rambut perak masuk dari sisi kanan ballroom, saat kebanyakan orang tidak mengetahuinya. 
Saya amati lebih dekat, ternyata dia adalah Mr. Lo Kheng Hong yang sedang saya cari. 
“Pak Lo!” spontan saya memanggilnya, ia langsung berhenti dan menoleh ke arah saya. 
“Saya penggemar Bapak, ” ucap saya sambil menyalaminya. 
“Asep ya?” rupanya ia mengenali nama saya dari name tag yang saya kenakan, 
“Dari mana, Sep?” ia menanyakan asal saya. 
“Dari Cianjur, Pak” 
Dan inilah jawaban yang cukup mengagetkan dari beliau, 
“Waw, jauh pisan, kumaha damang?” Ia menggunakan basa Sunda untuk menghangatkan obrolan singkat kami. 
“Alhamdulillah, Pak. Tapi saya berangkat dari Ciputat, kebetulan sedang kuliah di UIN Jakarta. Bolehkah saya mengambil foto Bapak?” 
“Silakan, silakan!” ia berhenti sejenak untuk saya ambil fotonya. 
“Tapi Sep, saya difoto bareng Asep juga, kita minta sama orang lain untuk memfoto kita” (sungguh pernyataan yang rendah hati dari seorang triliuner. Akhirnya ia meminta salah satu petugas acara untuk mengambil foto kami berdua) 
“Masih pagi, Pak. Jadi belum dibuka,” saya kembali membuka obrolan 
“Lebih baik kepagian, daripada kesiangan” jawabnya santai 
“Asep ngambil jurusan apa kuliahnya?” 
“Bahasa Arab, Om.” saya mengubah sapaan dari Bapak menjadi Om 
“Wah bakal jadi ustadz dong” ujarnya sambil tersenyum 
“Aamiin” 
 Saat kami tengah asyik ngobrol, panitia datang menjemput Lo Kheng Hong 
“Saya tinggal dulu ya Sep” 
“O ya Om, makasih ya” 
“Sama-sama” 

Setelah itu kami pun berpisah karena om Lo Kheng Hong sudah ditunggu panitia di ruang para pemateri. Pertemuan ini adalah momen langka yang tak disangka-sangka terjadi begitu mudah dan indah. 

Saya ditakdirkan untuk mendapat kesempatan berharga ini, karena tidak semua orang bisa mengalaminya. Bahkan insan media yang mengerubuti Lo Kheng Hong untuk dimintai tips dan trik investasi di akhir acara, harus gigit jari karena Lo Kheng Hong langsung bergegas pamit meninggalkan kita semua. 

Ketika kita meyakini bahwa mimpi itu bisa terwujud, maka tugas kita hanya berusaha meniti jalan menuju mimpi itu, dan biarkan ia datang menghampiri kita dengan cara-Nya yang misterius dan elegan.  

bersambung 

Cianjur, 28-11-2013, 21:53 
Setelah menempuh hampir 7 jam perjalanan 
dari SCBD ke rumahku surgaku

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

1 Response to " Belajar dari Lo Kheng Hong: Bagian 1 "

  1. wah...hebat nih, bisa foto bareng pak Lo dari momen ga disangka2 :D

    BalasHapus