1

1

[Order] Rekap Laporan Sembilan Bulan (RANSEL) 2016

Menyambut Lebaran dengan Mencermati Saham Ritel

(Tulisan ini dimuat di portal Inilah.com dengan judul "Sambut Lebaran dengan Saham Ritel") 
Selain sektor konsumsi, properti dan keuangan, sektor perdagangan dan ritel merupakan sektor yang masih tumbuh secara year to date. Dalam laporan resmi yang dirilis Bursa Efek Indonesia bulan April lalu, sektor perdagangan dan ritel memimpin pertumbuhan di antara sektor lainnya dalam tiga bulan terakhir sebesar 7,97%. Meski demikian, dalam beberapa hari terakhir sektor ini sedang mengalami tekanan.

Menyambut bulan puasa dan lebaran tahun ini, saham-saham ritel diprediksikan akan mengalami kenaikan pendapatan seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat. Terdapat beberapa saham yang layak untuk dicermati terkait dengan lebaran tahun ini yang secara historis mampu mendongkrak laba usaha emiten di sektor tersebut. Saham-saham apa sajakah itu? Mari kita simak! 

Setelah mempertimbangkan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan saham-saham di industri ritel, ada empat saham yang layak diamati pergerakannya dalam beberapa waktu ke depan. Keempat saham tersebut masing-masing adalah Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT. Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). Perlu diketahui juga, per April 2015 rata-rata rasio PER (price to earning ratio) untuk subsektor perdagangan dan ritel ini berada di kisaran 28,6 x dan PBV 2,57x. 

Dari laporan kuartal 1/2015 yang dirilis beberapa waktu lalu, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencetak laba bersih sebesar Rp. 185 miliar atau naik 50,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2014. Penjualan kotor perseroan tumbuh 10,1% menjadi Rp. 1,02 triliun. Adapun pendapatan bersih Matahari hingga tiga bulan pertama tahun 2015 tercatat sebesar Rp 1,62 triliun, naik 9,43% dibandingkan periode sama tahun lalu di angka Rp 1,48 triliun. 

Sementara itu, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) meraih laba bersih sebesar Rp. 81,6 miliar hingga Maret 2015, naik signifikan sebesar 61,2% dibandingkan laba bersih periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 51 miliar. Laporan keuangan perseroan menyebutkan penjualan bersih naik jadi Rp. 3,35 triliun dari penjualan bersih tahun sebelumnya yang Rp 3,13 triliun. Laba kotor naik menjadi Rp. 597,4 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 529,9 miliar. 

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) juga masih mencatatkan kenaikan pendapatan bersih di kuartal pertama tahun ini sebesar 10,83% menjadi Rp 2,97 triliun dari 2,68 triliun pada periode sebelumnya. Akan tetapi laba bersih menurun signifikan dari Rp 45,5 miliar menjadi Rp 12,3 milyar atau anjlok 73% dibandingkan tahun 2014. 

Begitu juga dengan kinerja triwulan pertama PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). Pendapatan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mengalami penurunan tipis menjadi Rp1,12 triliun hingga Maret 2015, dibandingkan pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp. 1,18 triliun. Laba bersih tahun berjalan anjlok menjadi Rp. 5,9 miliar dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp. 40,6 miliar atau turun tajam sebesar 85,5%.

Rasio keuangan masing-masing emiten berdasarkan laporan keuangan terakhir tercermin pada tabel berikut ini:

Dengan mempertimbangkan rasio EPS dan pertumbuhan industri rata-rata 10% per tahun juga acuan suku bunga BI dan laju inflasi, diperoleh harga wajar LPPF sebesar 2.783, MPPA 1.171, MAPI 1.822 dan RALS 509. Dari valuasi ini, terlihat bahwa hanya semua saham yang dibahas kali ini sudah diperdagangkan di bawah harga wajar. 

Teknikal Saham Ritel: Masih Konsolidasi 
Dari sisi teknikal, dari keempat saham ritel di atas, hanya MAPI yang masih berada dalam jalur uptrend jangka menengah. Hal ini diindikasikan dengan harga MAPI yang masih berada di atas garis rerata harga (moving average) 50 hari. Dua saham lainnya, LPPF dan MPPA masih berada dalam konsolidasi. 

Sementara itu, RALS sedang berada di area bottom dan support dengan tren pembalikan arah (reversal). MPPA sudah menembus garis support kuat di level Fibonacci 50% di 3.663, besar kemungkinan penurunan masih akan berlanjut. 

Target support terdekat berada di level 3.465, kemudian 3.220, sebelum menuju harga terendah year to date di level 2.825.. LPPF berada di area konsolidasi antara 17.175 dan 17.895 dengan target resisten berikutnnya di 18.785 sebelum menuju harga tertinggi tahun ini di 20.225. Sebaliknya jika berbalik arah, maka support yang akan menahan laju penurunan berada di level 16.455. 

Demikian juga dengan MAPI yang masih stagnan dengan resisten terdekat berada di 5.790. Resisten kuat berikutnya yang harus dilalui berada di level 6.225 yang merupakan harga tertinggi tahun ini. Sementara support yang akan mencoba menahan laju downtrend berada di level 5.520, 5.302, 5085, 4.815 dan 4.380. 

Yang mungkin masih dipertimbangkan secara teknikal adalah saham RALS. Saham ini baru saja mengalami reversal setelah mengalami fase downtrending sampai berbalik arah dari support kuat 695. Resisten terdekat yang harus dijebol adalah 739, 765, 788, 809, dan 836 sebelum menyentuh angka tertingginya tahun ini di 880. Selamat memilah dan memilih! [amsi]

Untuk berlangganan, silakan masukkan email:

0 Response to " Menyambut Lebaran dengan Mencermati Saham Ritel "

Poskan Komentar